|

Eko Santosa
Lebih dikenal sebagai Eko Ompong. Memulai karir teaternya sebagai kuli pangung
dan kemudian sebagai penata artistik. Meski begitu, belajar juga akting dan penyutradaraan. Karena itu pula sekolahnya
di ISI harus ditempuh selama 9 tahun. Karya pemerananya antara tahun 1991-2004; Front, Penggali Intan, Lalat-lalat,
Senja Dengan Dua Kelelawar, Sayang Ada Orang Lain, Purgatory, Orang-orang Asing, Suri Sunyi, Luka-luka Yang
Terluka, Anjing, Soroh. Karya Penyutradaraannya; Telah Menikah Bulan dan Matahari di Atas Trotoar (1993), Revolusi
Bima (1995), Lah (1996), Purgatory (1996), Pangeran Dipanegara Kridha (1997), Suri Sunyi
(1998), Luka-luka Yang Terluka (1999), Yitma Sucyaku (2001). Karya Lakon yang telah dipentaskan;
Revolusi Bima, Lah, Suri Sunyi, Anjing, Peyakin Teguh, Soroh. Proyek kerjasama luar negeri yang pernah diikuti; Leerboek
hedendag Javaans (kerjasama dengan Universitet Leiden Belanda), MERGE PROJECT (Proyek kolaborasi seni Indonesia,
Belanda, Jerman dan Canada). Sekarang bekerja sebagai instruktur teater.
Situsnya Ekoompong klik di sini:

Heru Subagiyo
Lahir di Mojokerto tahun 1972. Menyelesaikan studinya di Jurusan
Teater ISI Yogyakarta. Sebelum di PPPG Kesenian pernah bekerja di Taman Budaya Palu dari tahun 1991 s/d 1997. Karya pemeranan
antara tahun 1996-2004; Malam Terakhir, Tanda Silang, Lawan Catur, Opera Primadona, Impian Tengah Musim, King Lear, Orang
Gila Di Atas Atap, Hikayat Anjing, Bulan Bopeng Borokan, Saijah dan Adinda, Prabu Maha Anu, Nyanyian Angsa, Luka-luka yang
Terluka. Karya Penyutradaraannya; Kereta Terakhir (1998), Bulan Bopeng Borokan (2001), Indonesiaku
(2003). Sekarang bekerja sebagai instruktur teater.
Akhir Lusono
Lahir di Wonosari, 1971. Alumnus Jurusan Teater ISI Yogyakarta. Menyukai
dunia Radio dan sekarang bekerja di seksi siaran Radio VEDAC, selain sebagai instruktur teater. Pengalaman pentas sebagai
pemeran; Sulaya (1995), Piramus Tisbi (1995), Pagi Bening (1998), Brewu (2003). Karya
Penyutradaraan; Pangeran Dipanegara (1997), Gurit Gumuruh (2000), Teatrikalisasi Cerkak
(2001). Karya Lakon; Salah Duga (1997), Hantu Mati (1999).
|